Blog EntryARTIKELJun 17, 2008
  Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia (1945-2008) No. Nama Keterangan 1 . Ki Hadjar Dewantara (1889-1959)... more
Previous blog entries:
May 19-Propaganda jepang tahun 1945 part1
May 13-kerajaan india
May 13-model pembelajaran
   View All


Photo AlbumFOTO-FOTO Aug 3, 2008
ddd
dThumbnaild
ddd
Perjalananku
17 Photos
ddd
dThumbnaild
ddd
Sosok
20 Photos
ddd
dThumbnaild
ddd
bencana di bawah junta militer
8 Photos
ddd
dThumbnaild
ddd
kampung naga dan candi cangkuang
5 Photos

   View All

ReviewRUPA-RUPASep 23, 2006
Thumbnailindia islam
Previous reviews:
Jun 10-Kashmir
Jun 1-gempa yogya
May 28-history
   View All

VideoVideoMay 15, 2008
ThumbnailVisit Indonesia Flood every year
Previous videos:
May 12-BEDUGUL 2
May 12-BEDUGUL LAKE, BALI 24-04
Jun 6-kurikulum pips
   View All

MusicMusicMay 13, 2008
assalamualaikum
   View All

GroupsMATA KULIAH
pembelajaransejarah
pembelajaran sejarah


MessageUR COMMENT
   
pardi74 wrote on Nov 26
1. Seperti model-model pembelajaran yang sekarang ini lebih orientet pada student center apakah hal ini dapat berlakua dalam sejarah? mengingat selama ini banyak guru yang menampilkan pembelajarn sejarah seperti orang mendongeng (teacher center)
Jelas bisa. Sesunggungnya sejarah itu kontekstual. Cuma kadang masyarakat terlalu terstigma bahwa sejarah itu adalah masa lalu, sehingga pelajaran sejarah itu selalu mengajak siswa ke masa lalu. Padahal sejarah itu adalah masa kini. Sekarang justru pertanyaannya model kontekstual apa yang tidak bisa digunakan untuk pembeljaran sejarah? Mata pelajaran sejarah dimaksud sebagai pengembangan intelektual, kepribadian, dan vokasional. Secara Intelektual pembelajaran sejarah di sekolah dimaksud sebagai pembelajaran siswa untuki menganalisis secara ilmiah berbagai peristiwa sejarah pada masa lalu. Artinya belajar sejarah seharusnya membuat siswa menjadi kritis. Berkaitan dengan kepribadian, mata pelajaran sejarah mengajarkan berbagai ketauladanan sikap nenek moyang dan para pendahulu, kebesaran, dan berbagai penyebab kegagalan masa lalu. Dengan dini dimaksudkan para siswa mampu mengambil nilai instrinsik dan ekstrinsik dalam mata pelajaran sejarah. Secara vokasional mata pelajaran sejarah dihadapkan mampu menyikapi berbagai fenomena masa sekarang secara arif.
Berdasar paradigma di atas, jelas pembelajaran sejarah bukan sekedar menyajikan fakta-fakta masa lalu kepada siswa. Pembelajaran sejarah hendaknya mampu mengembangkan ketrampilan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Ironisnya masa pembelajaran sejarah saat ini banyak yang sarat dengan pengetahuan fakta dan kapan, dimana, dan siapa yang terlibat dalam terjadinya peristiwa. Akibatnya masih ada kesan bahwa mengajar sejarah itu adalah cerita dan menghapal fakta. Bukan berarti cerita itu tidak penting. Bercerita itu adalah salah satu bentuk pembelajaran sejarah terutama untuk menanamkan kepribadian siswa.
Pembelajaran kontekstual dimaksud untuk mendekatkan materi pembelajaran siswa dengan lingkungan peserta didik. Lingkungan bisa berarti tempat dan suasana atau masalah siswa. Seharusnya pembelajaran konstekstual dalam pembelajaran sejarah bukan merupakan masalah. Kontekstual dalam lokasi tempat tinggal, pembelajaran sejarah dapat dikaitkan dengan kejadian2 yang paling dekat dengan siswa. Local History memiliki peran besar sebagai bahan pembelajaran ini. Dekat dengan masalah, pembelajaran sejarah selalu berhubungan dengan berbagai masalah manusia. Misalnya menyikapi berbagai bentuk anti kemajemukan di Indonesia dan konflik etnis atau konflik isu agama. Kita sebagai guru sejarah dapat mendekatkan dengan topik-topik akulturasi pada masa perkembangan Hindu Budha dan Islam. Silahkan anda identifikasi, masalah-masalah yang dekat dengan siswa. Dalam konteks inilah pentingnya penanaman nilai-nilai demokrasi, kebersamaan, penghargaan, rela berkorban, dan sebagainya.
Ironisnya pembelajaran sejarah kadang terlalu nasional-sentris bahkan jawasentris. Akibatnya pembelajaran sejarah di Jawa dan Papua tidak memiliki keunikan. Sama-sama membicarakan topik yang selalu sama. Padahal seharusnya guru sejarah selalu mendekatkan pahlawan2 yang dekat dengan lingkungan siswa terlebih dahulu.
Kenyataan pembelajaran masih teacher center bukan hanya pada mata pelajaran sejarah. Secara umum guru di Indonesia masih puas dengan pembelajaran yang mudah dan murah, yakni ceramah. Tetapi banyak pula guru yang mencoba mengembangkan berbagai pembelajaran aktif untuk mata pelajaran sejarah. Nyatanya banyak yang berhasil.


2. Kemudian alat peraga media yang lebih cocok untuk sejarah itu apa saja...
Media atau sumber belajar yang terbaik adalah yang memiliki kemampuan palin g tinggi dalam menjembatani siswa dalam mempelajari sejarah. Media yang bagus bukan berarti yang mahal dan selalu teknologi mutakhir. Media yang paling bagus memang benda asli atau objek sejarah itu sendiri. Tetapi ini tentu sulit untuk diaktualisasikan dalam setiap pembelajaran. Berangkat dari masalah tersebut maka cara yang paling mudah adalah mendekatkan sumber belajar dan media tersebut kepada siswa. Still picture atau gambar diam tepat untuk topik2 yang berhubungan dengan perbandingan suatu objek. Misalnya hendak mempelajari akulturasi kebudayaan Hindu Budha dan Islam. Dengan menampilkan foto Menara Masjid Kudus dan Menara Balai Kulkul di Pura Taman Ayun Bali, akan mampu mendorong siswa melakukan inkuiry adanya akulturasi kebudayaan. Untuk menggelorakan semangat kejuangan, guru dapat memutarkan pidato Bung Tomo pada saat menggelorakan pertempuran 10 Nopember 1945. Untuk melihat perjalanan bangsa Indonasia pada masa lalu, guru dapat memutar potongan2 video sejarah bangsa Indonesia yang dengan mudah diunduh daro internet, semisal youtube. Film2, gambar2, dapat ditampilkan untuk memotivasi maupun menjelaskan materi, bahkan melakukan inkuiry dan problem solving.
Artinya hampir semua media dapat digunhakan untuk pembelajaran sejarah. Masing2 menyesuaikan keperluan dan ketersediaan yang ada. Kadang kita terpancang bahwa media yang bagus adalah media yang modern. Belum tentu. Media modern kalau tidak cerdas menggunakan justru mendorong guru hanya menampilkan tulisan.
Salah satu masalah media memang para guru masih miskin dengan pengembangan ini. Tingkat melek penggunaan ICT sebagai basis pembelajaran masih rendah. Buktinya kita dapat mencari kata kunci pembelajaran sejarah dalam internet, paling kita menemukan beberapa puluh saja. Padahal guru sejarah di Indonesia kan jumlahnya ribuan?
3. Tak bisa dipungkiri peran guru disini masih kental, terlebih bnayak guru yang merasa dilematis. satu sisi ingin mengaktualisasikan diri dalam profesionalitasnya. namun disisi lain hal ini berbenturan dengan prinsip sejarh itu sendiri... fungsi sejarah sendiri dalam pendidikan apa? untuk menanamkan
rasa nasionalisme, atau untuk menciptakan kekritisan peserta didik. hal ini jika dikorelasikan dengan tujuan pendidikan Indonesia. yang mana masuk dalam dataran negara berkembang (pendidikan sejarah diajarkan untuk menyampaikan dan
melestarikan budaya yang mapan)beda dengan negara sosialis (pendidikan adalah proses of cultural transformation) dan negara liberal (pendidikan adalah process of individual development)....Di indonesia secara payung hukum masih mengaju
pada UU, GBHN, UUD dan pancasila...? Oh ya maaf biar lebih runtut kiranya dapat juga digambarkan runtutan masuknya sejarah dalam matapelajaran di Indonesia....yang juga pernah disebut sebagai
PSPB (Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa) sampai sekarang yang untuk anak SMK porsi sejarah terintegrasi dalam pendidikan.
Sejarah menurut Kuntowijoyo memiliki makna ekstrinsik dan intrinsik. Secara intrinsik sejarah adalah sebagai ilmu, sebagai cara mengetahui masa lampau, dan sebagai pernyataan pendapat serta sebagai proyeksi. Sejarah sebagai ilmu, jelas sejarah erupakan upaya manusia mempelajari kehidupan manusia masa lalu sesuai kaidah ilmu sejarah. Nilai-nilai rasionalitas, empirisme, dan kritis mengemukan dari tujuan ini. Secara ekstrinsik sejarah memiliki fungsi pendidikan berbagai bidang kehiduopan manusia seperti ketuhanan, politik, ekonomi, budaya, kepribadian, dan sebagainya.
Tujuan pendidikan nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri, serta rasa tanggungjawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
Dengan demikian sejarah sebagai alat pendidikan memang memiliki gfungsi ganda, yakni sebagai pengembangan ilmu dan sebagai alat pendidikan. Sebagai alat pendidikan, jelas sejarah memiliki subjektivitas karena kita menanamkan nasionalisme dengan mengajarkan sejarah Indonesia. Padahal sejarah nasional adalah sumber subjektivitas seperti ditegaskan R Mohammad Ali.
Artinya sudah jelas, bahwa sejarah yang diajarkan untuk siswa melatih siswa belajar secara ilmiah, sekaligus sebagai penanaman nilai-nilai nasionalisme, demokrasi, kejuangan, dan sebagainya. Untuk pembelajaran sejarah di perguruan tinggi memang lebih tinggi tingkatannya yang lebih menekankan akademis dibanding pada siswa pendidikan dasar dan menengah.
Hanya sering mata pelajaran sejarah dijadikan sasaran empuk para yang berkepentingan. Misalnya pada masa Orde Baru, muncul mata pelajaran Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa (PSPB) yang ujung2nya bermuatan politis dengan menampilkan tokoh-tokoh yang berkepentingan untuk disebut pahlawan, seperti Suharto. Bahkan pelajaran ini kadang indoktrinatif dan kurang mengedepankan keilmiahannya.
naila15 wrote on Nov 11
salam pers...
menindaklanjuti perbincangan waktu lalu terkait "Dekonstruksi Pendidikan Sejarah Indonesia" kami dari edukasi ingin shearing dengan bapak... kami ingin diskusi dengan bapak untuk menemukan pilar baru dari pendidikan sejarah. khususnya dalam pembelajarandi dalam kelas....
1. Seperti model-model pembelajaran yang sekarang ini lebih orientet pada student center apakah hal ini dapat berlakua dalam sejarah? mengingat selama ini banyak guru yang menampilkan pembelajarn sejarah seperti orang mendongeng (teacher center)
2. Kemudian alat peraga media yang lebih cocok untuk sejarah itu apa saja...
semisal dalam stadi kasus apa???
3. tak bisa dipungkiri peran guru disini masih kental, terlebih bnayak guru yang merasa dilematis. satu sisi ingin mengaktualisasikan diri dalam profesionalitasnya. namun disisi lain hal ini berbenturan dengan prinsip sejarh itu sendiri... fungsi sejarah sendiri dalam pendidikan apa? untuk menanamkan rasa nasionalisme, atau untuk menciptakan kekritisan peserta didik. hal ini jika dikorelasikan dengan tujuan pendidikan Indonesia. yang mana masuk dalam dataran negara berkembang (pendidikan sejarah diajarkan untuk menyampaikan dan melestarikan budaya yang mapan)beda dengan negara sosialis (pendidikan adalah proses of cultural transformation) dan negara liberal (pendidikan adalah process of individual development)....Di indonesia secara payung hukum masih mengaju pada UU, GBHN, UUD dan pancasila...?
Oh ya maaf biar lebih runtut kiranya dapat juga digambarkan runtutan masuknya sejarah dalam matapelajaran di Indonesia....yang juga pernah disebut sebagai PSPB (Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa) sampai sekarang yang untuk anak SMK porsi sejarah terintegrasi dalam pendidikan kewarganegaraan..(telaah studi periodesasi dalam kurikulum pendidikan Indonesia)
Besar harapan kami dari surat elektrik ini dapat terus tersambung komunikasi dan menjadi media diskusi yang sarat akan unsur edukatif...Mohon secepatnya jawaban dari bapak. Karena hal ini berharga bagi kami mengingat kebutuhan kami dalam penerbitan majalah EDUKASI edisi 38 ini...

NAILA_EDUKASI
ramaversion wrote on Oct 22
pak, gimana nilai asia selatan baru saya.
saya sama yuni kurniawati
kemarin udah ngadep pak akung, beliau bilang tinggal ngambil blangko nilai hasil ujian ke pak pardi...
pardi74 wrote on Oct 14
ya ntar ganti tugas
ramaversion wrote on Oct 13
pak maaf, saya tidak bisa ngikutin mata kuliah y ang bapak ampu..karena saya gak kebagian tiket..lagian tiket yang ada mahal pak..jadi harap maklum...
terimakasih...
Rama
dwiindi88 wrote on Sep 15
Pak Indi ga nemu mana silabus buat kuliah etika profesi keguruan besok di kasih pinjem ya Pak.......makasih......))...))
joko32 wrote on Sep 13
hee... iP na 2.99, pak .. skrng smster 5, baiknya saya ngulang nilai yang belum kluar pa ngulang yang dapat C pak?
joko32 wrote on Sep 10
pak,nilai na belum kluar........ pak IP saya mengenaskan>>>>>jadi terharu..
khukus wrote on Aug 28
aslam pak pardi gmana nilai pembelajaran sejarah ko blm keluar ya pak ?????
mahariis wrote on Aug 7
gimana kabar museum nya pak? dah rame belum? huhuhuhuuu
temen2 di ekspresi bikin majalah judulnya MUSEUM : JEMBATAN PENGETAHUAN EGALITER, launchingnya insya Allah tanggal 14 agustus besok... miris juga sebulan lebih jalan2 ke museum di jogja... semoga aja museum pendidikan UNY tidak mengalami hal yang sama dengan museum yang lainnya... korelasinya tentu mengakar pada SDM yang masih bingung mengelola museum... ada yang mengatakan karena jurusan museologi di Indonesia sangat jarang... ah, nggak juga menurut saya... jujur saja, saya kuliah museologi di UNY gak mendapatkan satu pun hal baru tinimbang seabrek teori yang bisa saya dapatkan sekejap di dunia maya ini.. huh... salam
Mahari
http://myownminded.blogspot.com
dalam blog saya ada bahasan tentang guru yang saya buat sebagai bentuk kritik saya pada kuliah bapak... he hehe (yang penting kan nilainya udah keluar)
ghofalls wrote on Aug 2
pak nilai KKL saya kok belom keluar
ghofalls wrote on Aug 2
pak saya lom ngumpulin tugas sejarah asia selatan baru
di tunda boleh gak pak
soalnya bahan nya belum ada
luvlies wrote on Jul 28
haduww pakk... Lum ada perubahan yang revolusioner kq =) *hehehe*
nuryantii wrote on Jul 25
aktivitas online. he he.
biasa wae lah.gawe sambil hiburan.ini juga lagi kerja.sambil sebentar2 liat mp
nuryantii wrote on Jul 24
ti holland mah sorangan atuh mas,
koq bisa sunda yah. mas ku satu ini.
lami ti priangan??
friendlypoem wrote on Jul 24
Ass..
maksih pak, bahan yang saya perlukan saya dapat dr blog bpk..
tentng perang india-pakistan..
maksih ya pak...
nuryantii wrote on Jul 23
ka paris??parang tritis??
masih lami atuh kang.
kang pardi.ka holland nya.
ditunggu.sudah disediakan roti keju.nih
nuryantii wrote on Jul 23, edited on Jul 23
hai mas pardi.
bedugul ya pernah beberapa kali.
dingin bila jam 3 sore sudah penuh kabut.memang indah
tapi kalau aq lebih suka di kintamani.
parang tritis juga indah di jokja
nuryantii wrote on Jul 22
lagi dipantai mana nih kang
lovernews wrote on Jul 16
injiiiiiiiiiiih monggo monggo maaaaaaaaaas
nagabonar1 wrote on Jul 15
MAKASIH ATAS DOANYA,,AKU ASLI NYA JAMBI TAPI KELUARGA DIMEDAN.SEKARANG LAGI KERJA DI NEW ZELAND
nagabonar1 wrote on Jul 15
SELAMAT SORE BANG SALAM KENAL BALIK,, OHH YA..AKU TIDAK BERAPA KENAL DENGAN DIA,, CUMA TEMAN DI MP DOANG LAGIA PUN AKU BELOM PERNAH NANYA,,ASLINYA MANA
nuryantii wrote on Jul 14
iya.
orang lupa gak ingat yah. masa sama nur.ada berapa nur.sih??
asal jangan di lupa2in.
salam kangen deh.
nagabonar1 wrote on Jul 14
Good afternoon Sir.. why did not enter glad to have made your acquaintance
defie88 wrote on Jul 11
ya deh pak kita sabar nunggu nilai PPS kluar,
tapi dapet A ya pak...hehehehe......
nuryantii wrote on Jul 11
pak pardi.
salamalaikum
masih disana??
gimana kabar??
pardi74 wrote on Jul 9
sabar ya, pasti keluar bentar lagi
dhieann wrote on Jul 8
pak pardi,.......
kapan nie nilai PPS kluar.....??????
gak sabar pengen liat dapet apa.....
cepet dikluarin ya pak....
jangan lama2 koreksi modulnya.....
yakin dech pak anak 2006 tu pinter2 +kreatif....
pastilah modulnya kuerennnnnnnnnn abisssssssssssssssssssssssssssssss
anaseriously wrote on Jul 8
pak Pardi,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

gimana?

xox nilai KKL 1 caya lom kluar?

apa /lu caya k Bali lagi?

tp gratis?

he,,,,,,,,,,,he......................
pardi74 wrote on Jun 30
lihat2 trus niru yg lebih bagus ya
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help